Alasan Mengapa Banyak Orang Yang Menyukai Burung Kicau

10 th. waktu lalu, tepatnya th. harga burung poksay 2006 ada suatu survey yang tunjukkan argumen kenapa orang pelihara burung. Survey itu dilaksanakan oleh Burung Indonesia yang di dukung oleh Pelestari Burung Indonesia (PBI). Nielsen Survey Indonesia, Aksenta, Kampus Oxford, dan Darwin Initiative.

f:id:villananda29:20170516013045j:plain

Dari hasil survey yang mereka kerjakan pada 1. 781 responden di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, serta Denpasar di ketahui sebagian argumen kenapa orang pelihara burung.

Seperti yang Anda saksikan gambar burung manyar diatas, tabel hasil survey yang dilaksanakan Burung Indonesia tunjukkan kalau biasanya orang pelihara burung karna pingin meciptakan kondisi nyaman seperti kondisi di desa. Ini bisa pula disimpulkan kalau mereka sesungguhnya telah jemu dengan kondisi perkotaan yang padat serta lebih pilih kondisi desa yang penuh dengan nada kicau burung.

Diluar itu, ada pula yang beranggap kalau pelihara burung adalah kesibukan mereka sepanjang dalam kesendirian. Sebagian penggemar burung di perkotaan kemungkinan senantiasa berusaha keras tanpa ada meluangkan diri untuk bersosialisasi dengan rekan atau tetangga. Nah, karenanya ada burung berikut, mereka dapat mengibaratkan burung sebagai rekan dirumah. Hingga mereka tak kesepian lagi.

baca juga ; burung wambi

Ada juga yang berasalan kalau  burung yaitu sumber pendapatan mereka. Ini telah tidak dapat disangkal serta saat ini telah banyak orang-orang yang jadikan kesibukan pelihara burung sebagai ladang mencari duit. Bagaimana tak, seekor burung Lovebird yang baru menang lomba saja, dapat di bandrol seharga Rp 300 juta. Tidakkah itu adalah nominal angka yang sangatlah fantastis?

Ini yang jadikan penggemar burung di harga burung wambi Tanah Air makin bertambah dari th. ke th.. Mungkin, bila survey seperti ini dilaksanakan lagi, ada kemungkinan argumen orang pelihara burung karna burung adalah sumber pendapatan mereka, bukanlah untuk mengingatkan kondisi di desa.