Burung Kutilang, Spesies Asli Yang Kurang Diminati Kicau Mania

Kutilang (Pycnonotus aurigaster) adalah warna kenari yang bagus burung lokal yang masih tetap diliat mata sebelah oleh beberapa kicaumania. Di sebagian negeri jiran seperti Thailand, Malaysia, serta Singapura, pamor kutilang (terutama kutilang jambul) setara dengan burung kicauan yang lain, bahkan juga peserta di kelas kutilang juga kadangkala semakin banyak dari pada kelas lain seperti murai batu (cek artikelnya disini) . Hingga sekarang ini benar-benar ada dua pendapat masalah hari esok kutilang di Indonesia.

f:id:villananda29:20170428165332j:plain

Dalam artikel Mengangkat derajat burung kutilang, banyak komentar yang lebih suka pada bila kutilang tetaplah dilewatkan bebas berkeliaran di alam. Jika dilombakan, di kuatirkan nasibnya bakal seperti sama pleci yang populasinya di alam liar semakin menipis.

Tetapi, di segi lain, burung ini toh ditangkapi kenari loper juga oleh beberapa pemikat, dipasarkan di pasar burung dengan harga begitu murah. Jika dapat dinaikkan derajatnya, diikutkan dalam lomba, diimbangi dengan usaha penangkaran seperti di Thailand serta Malaysia, ceritanya mungkin saja dapat lain.

Sampai kini, banyak fans burung yang berasumsi nada kutilang sebagai nada mati, yg tidak baik buat burung kicauan yang lain dirumah. Walau sebenarnya tak semuanya komponen nada kutilang termasuk juga nada mati. Nada cerecetan kutilang, umpamanya, tak termasuk juga nada mati. Yang termasuk juga nada mati pada komponen nada kutilang merupakan “tilung… tilung…”, karna dapat kurangi poin untuk burung termaster kala berlomba. Silahkan saksikan juga artikel Cerecetan kutilang disuarakan cucak hijau.

Baca Juga : cara merawat branjangan

Selain itu, bila kita ingin merawatnya dengan cara baik serta berkelanjutan, kicauan asli kutilang yang dikira nada mati dapat hilang, digantikan suara-suara burung lain hasil masterannya. Sebab kutilang pintar mengikuti nada burung lain, dan gampang menyesuaikan serta cepat jinak. Sebagian kicaumania pernah bercerita begitu kutilangnya dirumah rajin bunyi, serta dapat melagukan beberapa besar materi burung master.

Kriteria paling utama supaya kutilang tak kerapkali keluarkan nada aslinya merupakan merawatnya sejak mulai anakan/lolohan, atau memperolehnya dalam keadaan telah jinak. Sebab kutilang yang masih tetap jinak lalat, terlebih masih tetap liar, bakal tetaplah keluarkan nada aslinya.

Di pasar burung, harga kutilang lolohan sekitaran Rp 15. 000 – Rp 25. 000 per ekor. Jika Anda merawatnya sampai dewasa, diselingi pemasteran, kutilang bakal keluarkan nada kicauan hasil masterannya serta bakal melupakan nada aslinya yang dikira nada mati oleh beberapa kicaumania.